Aku adalah mahasiswa PGSD yang dimana hari-hariku diisi dengan teori belajar, praktik microteaching, hingga laporan observasi.
Belajar bagaimana anak berpikir, bagaimana dunia mereka bekerja.
Terkadang melelahkan, kadang juga menyenangkan. Tapi yang jelas: semuanya membuatku tumbuh.
Aku ingat pertama kali praktik mengajar di kelas sungguhan. Tanganku gemetar saat berdiri di depan anak-anak. Tapi ketika mereka menatapku dengan mata penuh harap, aku sadar: mereka tidak butuh aku sempurna. Mereka hanya butuh aku hadir.
Menjadi mahasiswa PGSD bukan hanya belajar cara mengajar, tapi juga belajar bagaimana menjadi sosok yang bisa semua, sabar, lembut dan kuat.
Kami belajar bagaimana memahami anak yang sulit fokus, anak yang tak bisa diam, atau anak yang diam-diam menyimpan masalah di rumah.
Kami belajar bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tapi membentuk masa depan kecil yang kelak akan tumbuh besar. Mungkin hari ini aku belum jadi guru sungguhan.
Aku masih mahasiswa yang bergulat dengan tugas, observasi, dan praktik lapangan. Tapi setiap kali aku masuk kelas, duduk bersama anak-anak, atau menyiapkan alat peraga sederhana, hatiku tahu: aku sedang berjalan ke arah yang benar.
Jadi, untuk kamu yang sekarang juga sedang kuliah di PGSD dan mulai merasa lelah ingat ini:
Guru bukan profesi biasa. Guru adalah pondasi. Dan kita sedang mempersiapkan diri menjadi salah satu pondasi itu.
Karena kita bukan hanya belajar jadi guru.
Kita sedang belajar menjadi cahaya bagi dunia kecil bernama sekolah dasar.

Semangat Zaky kuliahnya, Semoga semuanya dipermudah kedepannya ya
BalasHapus