Sabtu, 10 Mei 2025

Saat Pertama


Aku adalah mahasiswa PGSD yang dimana hari-hariku diisi dengan teori belajar, praktik microteaching, hingga laporan observasi.

Belajar bagaimana anak berpikir, bagaimana dunia mereka bekerja.

Terkadang melelahkan, kadang juga menyenangkan. Tapi yang jelas: semuanya membuatku tumbuh.


Aku ingat pertama kali praktik mengajar di kelas sungguhan. Tanganku gemetar saat berdiri di depan anak-anak. Tapi ketika mereka menatapku dengan mata penuh harap, aku sadar: mereka tidak butuh aku sempurna. Mereka hanya butuh aku hadir.


Menjadi mahasiswa PGSD bukan hanya belajar cara mengajar, tapi juga belajar bagaimana menjadi sosok yang bisa semua,  sabar, lembut dan kuat.

Kami belajar bagaimana memahami anak yang sulit fokus, anak yang tak bisa diam, atau anak yang diam-diam menyimpan masalah di rumah.


Kami belajar bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tapi membentuk masa depan kecil yang kelak akan tumbuh besar. Mungkin hari ini aku belum jadi guru sungguhan.

Aku masih mahasiswa yang bergulat dengan tugas, observasi, dan praktik lapangan. Tapi setiap kali aku masuk kelas, duduk bersama anak-anak, atau menyiapkan alat peraga sederhana, hatiku tahu: aku sedang berjalan ke arah yang benar.


Jadi, untuk kamu yang sekarang juga sedang kuliah di PGSD dan mulai merasa lelah ingat ini:

Guru bukan profesi biasa. Guru adalah pondasi. Dan kita sedang mempersiapkan diri menjadi salah satu pondasi itu.


Karena kita bukan hanya belajar jadi guru.

Kita sedang belajar menjadi cahaya bagi dunia kecil bernama sekolah dasar.




✏️ Bukan hanya sekedar ijazah

 

Pendidikan bukan hanya sekedar demi ijazah. 

Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu  melainkan perjalanan menyalakan cahaya dalam kegelapan. Ia adalah lentera yang membimbing manusia keluar dari lorong kebodohan menuju ruang pemahaman yang luas dan terbuka. Pendidikan sejati tidak hanya menumbuhkan kecerdasan otak, tetapi juga membentuk kebijaksanaan hati. Dalam pendidikan, guru bukan sekadar pengajar, melainkan penunjuk arah yang sabar menuntun, sementara murid bukan bejana kosong yang harus diisi, melainkan benih yang perlu disirami agar tumbuh dengan jati diri yang kuat.


Filosofi pendidikan memandang setiap individu sebagai ciptaan unik yang memiliki potensi tak terbatas. Oleh karena itu, pendidikan tidak boleh menyeragamkan, tetapi seharusnya merangkul keberagaman dan menggali kekuatan masing-masing. Seorang pendidik bijak tidak hanya mengajarkan jawaban, tetapi menumbuhkan rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Sebab tujuan akhir pendidikan bukanlah sekadar nilai di atas kertas, melainkan manusia yang merdeka dalam berpikir, lembut dalam bertindak, dan tangguh dalam menghadapi kehidupan


~ Istiqlal dan Katedral ~

 Di jantung kota yang tak pernah benar-benar tidur, dua bangunan megah berdiri saling berhadapan bukan untuk bersaing, melainkan saling menjaga. Setiap hari, lonceng dan azan bersahutan, bukan untuk mengalahkan, tapi untuk menyapa. Mereka telah lama diam, tapi jika Istiqlal dan Katedral diberi nyawa, siapa yang dapat memastikan bahwa mereka tidak akan jatuh cinta? Cinta yang tak butuh bahasa, hanya kehadiran; tak butuh kesamaan, cukup saling menghormati. Di antara tembok dan menara, mereka mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjauhan, melainkan alasan untuk saling mendekat.


"Jika Istiqlal dan Katedral diberi nyawa, siapa yang dapat memastikan bahwa mereka tidak akan jatuh cinta?"



Jumat, 09 Mei 2025

Gelap Hati terang Mata

                                    by : Zaky

Terang mata menatap dunia,

Langit cerah, cahaya merata.

Namun hati gelap tak bersuara,

Hampa rasa, sunyi meraja.


Melangkah jauh tanpa tujuan,

Penuh tanya, tanpa jawaban.

Terlihat hidup penuh harapan,

Padahal jiwa dalam tekanan.


Ada yang buta tapi bersinar,

Hatinya lembut, penuh mekar.

Ada yang lihat namun gentar,

Jiwanya rapuh, mudah gusar.


Terang sejati bukan di mata,

Tapi di hati yang penuh cinta.

Yang mampu rasa, mampu bersuara,

Dalam gelap pun jadi cahaya.


Maka  bukan hanya pandangan,

Tapi nurani dan kepekaan.

Agar hidup penuh pengertian,

Tak sekadar rupa, tapi makna kehidupan.



Penyemangat diri

 






Hari yang berat 

Hanya untuk orang yang hebat

Saat Ramadhan di Rantau

Cerita Ramadhan di Rantau


Bulan Ramadhan tahun ini terasa berbeda bagi saya karena jauh dari orang tua dan sendirian di kamar kos, di tengah semangat berpuasa dan beribadah, saya mendapat kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan sosial bersama Ikatan Tunanetra Kota Padang. Kegiatan ini diadakan di aula Masjid Raya, sebuah tempat yang teduh dan penuh berkah, tepat di jantung Kota Padang selama 3 hari. disana ada juga anak Pgsd seperti kak Annissa Olivia dll.


Hari ke 2 saya sedikit telat, saat saya datang, suara lantunan tilawah dan tawa kecil menyambut saya. Para anggota komunitas tunanetra duduk diatas kursi.  Meski mereka tak bisa melihat dunia dengan mata, semangat dan kehangatan mereka sungguh terasa terang.


Saya duduk di samping Pak rahman seorang pria paruh baya yang sangat suka bercerita . Ia berkata, "Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati, bukan hanya menahan lapar." Meski hidupnya penuh tantangan, tak satu pun keluhan saya dengar dari mulutnya hanya syukur, tawa, dan kisah-kisah perjuangan.


Di sudut aula, bang doni dengan sabar mendengar lantunan ayat suci dan saya mendekatinya lalu ia tersenyum dan sedikit bercerita,lalu ada dia ucapkan 

"Kami memang tak bisa melihat matahari," katanya pelan, "tapi kami bisa merasakan hangatnya. Begitu juga dengan kebahagiaan."


Sore itu, menjelang waktu berbuka, kami duduk bersama menggelar takjil yang disiapkan panitia. kekeluargaan dan rasa syukur membuatnya terasa seperti hidangan istimewa.


Pulang dari kegiatan itu, saya merasa telah diberi pelajaran besar. Tentang menerima, bersyukur, dan menghargai hal-hal yang sering saya anggap biasa. Saya datang untuk membantu, tapi justru merekalah yang membuka mata hati saya.


Di bulan yang penuh cahaya ini, saya belajar bahwa kadang, mereka yang hidup dalam gelap justru paling tahu caranya menyalakan lampu terang dari dalam hati.

Sungguh pengalaman berharga yang tidak akan pernah saya lupakan.




Pendidikan adalah jembatan Asa

                  Pendidikan adalah jembatan

                                            

Di sudut kelas yang sederhana,

Ada mimpi yang diam-diam bicara.

Di balik baju sekolah yang lusuh,

Ada harapan yang tak pernah runtuh.


Bukan gedung megah penentu langkah,

Tapi kemauan yang terus menyala.

Bukan seragam atau rupa,

Tapi tekad yang tak henti bicara.


Pendidikan bukan soal siapa cepat,

Bukan pula tentang siapa hebat.

Ia tentang kesempatan yang adil,

Agar semua dapat turut andil


Jangan jadikan ilmu hanya hak istimewa,

Tapi cahaya yang menyentuh semua jiwa.

Bukan pagar yang membatasi jalan,

Tapi jembatan yang menyatukan impian.


Jika hari ini ada yang tertinggal,

Jangan disalahkan karena tak sehaluan.

Tugas kita bukan menilai siapa yang jatuh,

Tapi memberi tangan agar mereka tumbuh.


Sebab pendidikan sejatinya adalah pelita,

Bagi mereka yang ingin melangkah jauh.

Ia bukan penghalang harapan yang fana,

Tapi jembatan menuju masa depan yang utuh





Senin, 05 Mei 2025

Bahan Ajar " Mengenal Sila Sila Pancasila"

Penulis : M. Zaky


 Pancasila adalah dasar negara kita, Indonesia. Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia. Kata Panca artinya lima, dan Sila artinya prinsip atau asas.


Mari kita pelajari satu per satu sila-sila dalam Pancasila!


 Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

🕊️ Arti: Kita percaya kepada Tuhan dan harus menghormati semua agama.

📌 Contoh Sikap:

  • Berdoa sebelum belajar.

  • Tidak mengejek agama teman.

  • Menghormati orang yang sedang beribadah.




🤝 Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

🧑‍🤝‍🧑 Arti: Kita harus memperlakukan semua orang dengan adil dan berperilaku sopan.

📌 Contoh Sikap:

  • Membantu teman yang kesulitan.

  • Tidak membully.

  • Menghargai perasaan orang lain.




 Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

🌈 Arti: Kita harus menjaga persatuan meskipun berbeda-beda.

📌 Contoh Sikap:

  • Berteman dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan.

  • Ikut upacara bendera dengan tertib.

  • Bangga menggunakan bahasa Indonesia.




🗳️ Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

🗣️ Arti: Kita harus mengambil keputusan bersama dengan musyawarah.

📌 Contoh Sikap:

  • Bermusyawarah saat memilih ketua kelas.

  • Mendengarkan pendapat teman.

  • Menerima hasil keputusan bersama.




⚖️ Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

⚖️ Arti: Kita harus bersikap adil terhadap semua orang.

📌 Contoh Sikap:

  • Membagi tugas piket secara merata.

  • Memberi kesempatan semua teman ikut bermain.

  • Tidak pilih kasih dalam berteman.


Saat Pertama

Aku adalah mahasiswa PGSD yang dimana hari-hariku diisi dengan teori belajar, praktik microteaching, hingga laporan observasi. Belajar bagai...