Di jantung kota yang tak pernah benar-benar tidur, dua bangunan megah berdiri saling berhadapan bukan untuk bersaing, melainkan saling menjaga. Setiap hari, lonceng dan azan bersahutan, bukan untuk mengalahkan, tapi untuk menyapa. Mereka telah lama diam, tapi jika Istiqlal dan Katedral diberi nyawa, siapa yang dapat memastikan bahwa mereka tidak akan jatuh cinta? Cinta yang tak butuh bahasa, hanya kehadiran; tak butuh kesamaan, cukup saling menghormati. Di antara tembok dan menara, mereka mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjauhan, melainkan alasan untuk saling mendekat.
"Jika Istiqlal dan Katedral diberi nyawa, siapa yang dapat memastikan bahwa mereka tidak akan jatuh cinta?"
Mantap
BalasHapus